Tag Archives: Kunci Toleransi dan Kerukunan

Wamen Agama RI Bersama Tim Podcast IAKN Kupang Bahas “Plural (is) me”: Moderasi Beragama, Kunci Toleransi dan Kerukunan

IAKN Kupang (Kemenag) – – – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, H. Saiful Rahmat Dasuki, S.IP., M.Si, bersama dengan Tim Podcast Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, menggelar sebuah bincang seni dengan tema “Plural (is) me” di Celebes Resto & Cafe, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 13.00 WITA pada hari Minggu, (17/12/2023).

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Johni Tilaar, S.Th, M.Si; Rektor IAKN Kupang, Dr. Harun Y. Natonis, M.Si, dan jajaran pimpinan IAKN Kupang. Dalam forum yang santai dan penuh inspirasi ini, para pembicara membahas topik utama mengenai moderasi beragama sebagai kunci utama toleransi dan kerukunan di Indonesia.

Dalam sesi podcast, Wamen menjelaskan alasan Kementerian Agama Republik Indonesia mengusung konsep moderasi beragama sebagai program prioritas. Menurutnya, moderasi beragama dapat membentuk jiwa-jiwa yang memiliki sikap toleransi tinggi dalam hubungan sosial dan keagamaan.

“Mengapa menteri agama menjadikan moderasi beragama sebagai program prioritas? Karena untuk membentuk jiwa-jiwa yang memiliki sikap toleransi yang tinggi dalam hubungan sosial dan keagamaan.” ujar Wamen.

Lebih lanjut, Wamen menambahkan, “Salah satu cara untuk mengatasi ancaman moderasi beragama adalah melalui kampung moderasi. Kehidupan di kampung moderasi mencerminkan tentang kehidupan yang rukun, membangun dialog antar umat beragama, dan melibatkan tokoh masyarakat.”

Berkaitan dengan pemilu 2024, Wamen mengingatkan pentingnya mempertahankan persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. “Jangan sampai perbedaan pemilihan menghancurkan persaudaraan kita.” Tegas Wamen.

Di akhir podcast, Wamen menyampaikan harapannya bagi Nusa Tenggara Timur, menyebutkan bahwa NTT telah kuat dengan moderasi dan toleransi. Wamen mendorong agar fondasi persaudaraan terus diperkuat, bukan hanya di NTT tetapi di seluruh wilayah Indonesia, dengan tujuan menyambut “Indonesia Emas” pada tahun 2045 ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Harapannya adalah agar keberagaman terus dihargai dan menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia.***

 

Penulis: Merling Messakh 

Foto dan Administrator: Humas Natal