Ekomusikologi: Membuka Jendela Menuju Keberlanjutan Budaya

IAKN Kupang (Kemenag) – – – Orasi ilmiah tidak selalu hanya tentang fakta dan angka; terkadang, itu adalah panggilan jiwa yang membangkitkan kesadaran akan keunikan budaya dan lingkungan kita. Hal ini terbukti pada orasi ilmiah yang disampaikan oleh Maryon Daniamaputra Pattinaja, Ph.D seorang musisi akademis dan peneliti seni budaya yang menyampaikan orasi menggugah tentang ekomusikologi pada Wisuda Ke-V Institut Agama Kristen Negeri Kupang pada Kamis (21/03/2024).

Bro Dani (sapaan akrabnya) membawa para pendengarnya dalam perjalanan melalui perpaduan yang menarik antara musik, budaya, dan lingkungan alam. Dengan penuh semangat, ia menguraikan bagaimana ekomusikologi bukan hanya sekadar disiplin akademis, melainkan juga sebuah panggilan untuk melihat ke dalam esensi budaya dan alam.

“Masyarakat Atoni Pah Meto adalah cermin yang sempurna untuk memahami esensi ekomusikologi,” ujar Bro Dani, “Nyanyian-nyanyian kerja mereka bukan sekadar lagu-lagu, tetapi juga jendela yang membuka pandangan kita terhadap filosofi hidup, nilai budaya, dan keterhubungan manusia dengan alam.”

Namun, di tengah pesona dan keindahan cerita yang disampaikan, Bro Dani tidak ragu untuk menghadirkan sorotan tajam terhadap beberapa aspek yang perlu diperbaiki.

Aspek Pertama: Kurangnya Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal.

Bro Dani menyoroti bahwa proses transmisi budaya secara lisan dapat menyebabkan risiko kepunahan budaya lokal. Selain itu, budaya pop asing yang mendominasi masyarakat, terutama di kalangan pemuda, menjadi ancaman serius terhadap kelestarian budaya lokal. Hal ini menandai perlunya upaya nyata dalam pelestarian budaya melalui transkripsi budaya menjadi bentuk yang dapat diwariskan secara lebih terjamin.

Aspek Kedua: Kurikulum Pendidikan yang Tidak Mengangkat Nilai-nilai Lokal.

Pria berdarah Ambon ini mengkritik bahwa lembaga pendidikan cenderung menekankan orientasi barat daripada nilai-nilai lokal. Kurikulum yang belum mencakup karakteristik budaya dan nilai lokalitas menjadi tantangan dalam melestarikan budaya. Ia menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam kurikulum pendidikan untuk menjaga keberlanjutan budaya dan kearifan lokal.

Aspek Ketiga: Rendahnya Dukungan Pemerintah dalam Pelestarian Budaya Lokal dan Lingkungan Alam.

Bro Dani menyoroti bahwa political will pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal dan lingkungan alam masih terlalu rendah. Baginya dukungan yang lebih besar dari pemerintah sangat diperlukan dalam mendorong kegiatan-kegiatan pelestarian budaya lokal dan lingkungan alam sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.

Aspek keempat: Peran Gereja dalam Kontekstualisasi Musik.

“Kontekstualisasi musik gerejawi perlu mencakup pemikiran manusia lokal dalam sembilan dimensi ekomusikologis, bukan hanya pada aspek kulitnya saja,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memasukkan pemikiran lokal dalam sembilan dimensi ekomusikologis ke dalam komposisi nyanyian gerejawi, bukan hanya melodi dan ritme lokal.

Orasi Bro Dani sejalan dengan materi yang ia sampaikan pada webinar HAB ke-78 di lingkup IAKN Kupang dengan judul “Merawat Tradisi Membesarkan Bangsa,” yang menekankan pentingnya membangun orientasi kurikulum yang kontekstual dan ekologis dalam lembaga pendidikan.

Sebagai penutup, Bro Dani mengharapkan agar lembaga pendidikan dan pemerintah dapat lebih berorientasi pada kearifan lokal untuk merawat dan membangun bangsa dengan pilar-pilar sendiri. “Harapannya adalah agar IAKN Kupang, bersama lembaga pendidikan lainnya, membangun orientasi kurikulum yang kontekstual dan ekologis yang memuat nilai-nilai kearifan lokal” Pesannya.

Penulis: Merling Messakh

Administrator: Melki Saekoko

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media

Lainnya

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Buka Chat Whatsapp
1
SIMADU
SIMADU IAKN Kupang
Selamat datang dilayanan Sistem Informasi Manajemen Pengaduan (SIMADU) IAKN Kupang

Untuk pengaduan Layanan Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan silahkan klik Buka Chat. Anda akan terhubung dengan operator layanan pengaduan kami.

Format layanan pengaduan akan diperoleh melalui whatsapp.